Peringati Hari Pendidikan Internasional, BINUSIAN Dorong Peran Akademisi dalam Pelestarian Pariwisata Warisan

JAKARTA – Dalam rangka memperingati International Day of Education yang ditetapkan oleh UNESCO, PATA (Pacific Asia Travel Association) Indonesia Chapter kembali menggelar seminar hybrid bertajuk Second International Day of Education 2026. Forum bergengsi ini menjadi wadah bagi akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk berdiskusi mengenai masa depan dan keberlanjutan sektor pariwisata di Indonesia.

Dokumentasi : BINUS TV

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pakar di bidang pariwisata yang mengupas tuntas keterlibatan anak muda, mulai dari upaya mitigasi keselamatan pariwisata hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran.

Memahami Pariwisata sebagai Warisan (Heritage)

Salah satu narasumber utama dalam acara ini adalah Bapak Teguh Amor Patria, Lecture Specialist S3 Tourism Destination Study Program dari BINUS University. Dalam paparannya, Pak Teguh Amor menekankan bahwa pariwisata bukan sekadar industri perjalanan, melainkan sebuah warisan yang harus dijaga.

Beliau menjelaskan bahwa warisan (heritage) terbagi menjadi beberapa kategori:

  • Warisan Budaya Berwujud (Tangible): Seperti bangunan bersejarah dan artefak.
  • Warisan Budaya Tak Berwujud (Intangible): Seperti norma, bahasa, hingga tarian tradisional.
  • Warisan Alam (Natural Heritage): Kekayaan alam yang menjadi daya tarik wisata.
  • Saujana: Gabungan antara unsur alam dan budaya (nature and culture) yang membentuk satu kesatuan lanskap budaya.

Peran Institusi Pendidikan dan Mahasiswa

Pak Teguh Amor berharap institusi pendidikan dapat menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengambil peran aktif dalam menjaga keberlanjutan pariwisata. Menurutnya, ada nilai tambah yang harus dikejar mahasiswa di luar ruang kelas  mahasiswa pariwisata perlu untuk diberikan ruang praktik (di luar internship) selama perkuliahan. Jadi semacam laboratorium hidup Ide Pak Teguh Amor, mahasiswa Pariwisata Binus diberi tugas seolah mereka menjalankan bisnis pariwisata, mulai dari identifikasi masalah, mengembangkan pasar dan produk, pemasaran, dan sebagainya. Lalu mereka berlatih memasarkan produk ke publik. Nah ini dilakukan secara turun temurun dari satu angkatan ke angkatan berikutnya agar kegiatan ini sustain sebagai laboratorium mahasiswa Pariwisata.

Dokumentasi : BINUS TV

“Selain pengetahuan dan keterampilan, mahasiswa diharapkan bisa mendapatkan pengalaman lebih dan membangun jejaring (network). Hal ini sangat penting untuk bekal mereka saat memasuki dunia kerja nanti,” ujar Pak Teguh Amor.

Melalui platform pendidikan, generasi muda diharapkan memiliki apresiasi yang lebih mendalam terhadap substansi warisan budaya. Dengan dukungan media dan teknologi saat ini, anak muda memiliki peluang besar untuk mempromosikan serta melestarikan kekayaan bangsa agar tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Seminar ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri pariwisata adalah kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan peduli terhadap identitas budaya lokal.

Link YouTube Jurnal Binusian:

Binusian Dorong Peran Institusi Pendidikan dalam Menjaga Pariwisata