AVANI Eco

Seingkali kita memandang bahwa bisnis hanya tentang menghasilkan keuntungan dan uang, tanpa perlu berkontribusi secara positif kepada lingkungan atau masyarakat. Namun, nyatanya dengan melakukan hal-hal baik yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat dapat menjadikan suatu perusahaan lebih terjamin eksistensinya karena memiliki peluang untuk membina hubungan yang lebih erat dengan para pemangku kepentingan, serta membangun citra dan persepsi yang baik di mata masyarakat.

Salah satu pelaku bisnis yang berkontribusi nyata terhadap lingkungan dan masyarakat adalah Kevin Kumala. Kevin Kumala adalah alumni BINUS BUSINESS SCHOOL MM jurusan Business Management yang berhasil mendirikan AVANI Eco. AVANI adalah perusahaan eco-technology yang memproduksi bioplastik atau plastik ramah lingkungan yang terbuat dari pati singkong, tebu, dan jagung sebagai bahan subsitusi plastik yang tidak berbahaya bagi makluk hidup. Produk ini, selain dapat terdegradasi secara biologis, juga dapat dijadikan kompos, dapat didaur ulang, lolos uji toksisitas oral (tidak berbahaya bila dikonsumsi oleh hewan), kuat, dan memiliki biaya bioplastik terendah.

AVANI berawal dari hobi Kevin yaitu diving. Suatu hari Kevin merasa terpukul saat diving di laut Bali dan menemukan kenyataan dirinya diving diantara sampah-sampah plastik yang mengapung di laut Bali yang terkenal indah dengan kehidupan bawah lautnya. Dari situ, pria yang memiliki latar belakang S1 Biologi di Amerika Serikat ini berinovasi menciptakan bahan subsitusi plastik yang tidak berbahaya bagi makluk hidup. Kevin dan tim menciptakan plastik berbahan pati singkong yang diberi nama AVANI.

AVANI dapat menggantikan penggunaan plastik dengan bioplastik, misalnya limbah serat tebu menjadi kemasan makanan kompos dan pati jagung menjadi jerami. Dari bioplastik, Kevin mengembangkan berbagai jenis cutlery ramah lingkungan yang berasal dari pati singkong, pati jagung, dsb. Bisnisnya semakin berkembang karena ia mensupply kebutuhan di luar negeri dan kini, produk AVANI mulai diterima oleh usaha F&B di Indonesia. AVANI juga memproduksi berbagai produk lain seperti tas belanja, polybag, celemek, kantong sampah, sarung tangan, tas laundry, jas hujan, sprei, kemasan, topi mandi, sarung jok, dan lainnya.

Melalui AVANI, Kevin berupaya mengurangi pencemaran sampah plastik yang sudah mencapai tingkat mengkhawatirkan. Dia menjelaskan ada sekitar 2,5 miliar metrik ton limbah padat yang dihasilkan di seluruh dunia, dan 275 juta metrik ton di dalamnya adalah limbah plastik. Tak hanya itu, setiap tahun delapan metrik ton sampah plastik masuk ke lautan. Hal ini dapat menjadi ancaman yang sangat berbahaya yaitu polusi mikro-plastik. Hingga tahun 2016, Avani telah memberikan dampak lingkungan yang cukup signifikan. AVANI telah berhasil memasok 100% produk ramah lingkungan untuk menggantikan 197,3 ton atau 1.433,5 m3 bahan berbahaya dan tidak ramah lingkungan.