Robot Nayakalara

Pandemic COVID-19 masih menjadi permasalahan utama yang bagi masyarakat global termasuk Indonesia. Bertambahnya kasus positif COVID-19 di Indonesia terus menerus menjadi sorotan di berbagai media dalam dan luar negri. Para tenaga medis mengambil peran penting dalam menangani pandemi saat ini. Dapat kita lihat bagaimana perjuangan para tenaga medis dalam berupaya menekan penyebaran virus COVID-19. Jumlah tenaga medis yang minim mengharuskan mereka bekerja ekstra dan rela tidak bertemu dengan keluarga dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, penggunaan alat pelindungan diri juga senantiasa melekat di badannya. Terpapar langsung dengan virus COVID-19 sudah menjadi resiko dan konsekuensi bagi para tenaga medis. Tidak hanya itu, dalam menangani COVID-10 beberapa tenaga medis juga masih mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari masyarakat.

Tingginya angka kasus positif COVID-19 menuntut para tenaga medis untuk selalu tampil prima sehingga dapat melayani pasien dengan maksimal. Berbagai dukungan telah dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat kepada para tenaga medis, mulai dari melakukan gerakan penggalangan dana untuk alat-alat medis, penerapan protocol kesehatan di berbagai tempat, menciptakan lagu sebagai bentuk terimakasih kepada dokter dan perawat yang sudah bekerja keras, membuat karya seni mural, dan sebagainya. Tidak hanya masyarakat awam, berbagai institusi juga turut serta mendukung para tenaga medis melalui kontribusi secara nyata seperti yang telah dilakukan BINUS UNIVERSITY. Sebagai bentuk dukungan terhadap para tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan pandemic COVID-19, BINUS UNIVERSITY menciptakan Robot Nayakarala.

Robot Nayakarala merupakan robot yang dapat membantu pihak Rumah Sakit melakukan disinfektan di lingkungan rumah sakit. Penggunaan robot diperlukan, sehingga meminimalisir tenaga manusia masuk ke area yang memiliki risiko tinggi paparan COVID-19. COVID-19 merupakan virus yang mampu bertransmisi antar manusia. Selain itu COVID-19 juga mampu menempel di suatu benda hingga waktu tertentu. Begitu cepatnya penularan virus ini, maka interaksi manusia perlu dikurangi. Tenaga manusia juga perlu diminimalkan, untuk masuk ke suatu area atau ruangan yang resiko paparan virus-nya cukup tinggi. Maka dari latar belakang tersebut, diperlukan suatu inovasi alat atau robot yang dapat menggantikan tugas manusia. Dengan tenaga manusia yang diminimalisir, maka kemungkinan staf Rumah Sakit terpapar COVID-19 juga berkurang.