Yayasan Sondaicus Indonesia

Badak Jawa merupakan salah satu satwa endemic Indonesia yang terancam punah. Penggundulan hutan dan perburuan liar untuk diambil culanya dan diperdagangkan menjadi salah satu penyebabnya. Seperti yang terjadi kepada salah satu Badak Jawa bernama Samson. Samson merupakan salah satu dari 68 Badak Jawa yang tersisa dan hidup di Taman Nasional Ujung Kulon. Namun pada tahun 2018, Samson ditemukan mati di lubang lumpur. Meskipun bukan dikarenakan perburuan, namun kematian Samson semakin mengurangi jumlah spesies Badak Jawa yang tersisa.

Kematian Samson menjadi motivasi beberapa siswa SMA BINUS SCHOOL untuk mendirikan Yayasan Sondaicus Indonesia dalam rangka mendukung hewan langka yang dilindungi khususnya badak jawa. Yayasan Sondaicus Indonesia adalah Non-Profit Organization yang berupaya melestarikan Badak Jawa, spesies badak milik Indonesia yang terancam kritis. Yayasan yang didirikan oleh 3 siswa SMA BINUS School Simprug bernama Avicena Hartojo Tirtosuharto, Kemal Rifky, William Sugiharto ini memiliki tiga pendekatan terhadap isu yang terdapat, yakni konservasi langsung, penjangkauan komunitas, dan advokasi. Konservasi langsung mengacu pada upaya yang secara langsung melibatkan pelestarian badak jawa. Penjangkauan komunitas dimaksudkan untuk membangun kesadaran sosial tentang badak tersebut kepada masyarakat sekitar. Sedangkan advokasi bekerja untuk menyebarluaskan kepada publik dalam meningkatkan kesadaran sosial tentang masalah tersebut.

Yayasan ini secara langsung bekerjasama dengan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai upaya melestarikan Badak Jawa melalui pelestarian habitatnya yang diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat terhadap ancaman kepunahan Badak Jawa. Yayasan ini terinspirasi oleh keberagaman satwa di Indonesia, yang begitu indah namun tidak mendapatkan penghargaan yang layak. Saat ini Yayasan Sondaicus memiliki beberapa program dan kampanye yang sudah dilaksanakan atau sedang dalam proses pelaksanaan, termasuk TNUK Patrol Boat Restoration, Javan Rhino Patrol Employment Program for Economic Redevelopment, Bantulah Banten Disaster Relief dan lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli pada satwa langka sambil mengedukasi masyarakat sekitar agar tidak memburu badak untuk kepentingan apa pun, seperti culanya yang diambil untuk obat-obatan maupun daging yang masih dipercaya sebagian orang untuk kekuatan badan. Dengan adanya Yayasan Sondaicus Indonesia diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk para generasi muda dalam mendukung pelestarian satwa langka daimbang kepunahan.