Berdayakan UMKM Pulau Pramuka, BINUS University Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Inovasi Digital
JAKARTA – Sebagai bentuk perwujudan visi membina dan memberdayakan masyarakat, BINUS University melalui unit Community Empowerment (CE) secara konsisten melakukan pendampingan bersama Dosen, Mahasiswa dan Komunitas untuk masyarakat dan pelaku UMKM di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam melalui inovasi dan digitalisasi.
Sumber : empowerment.binus.ac.id
Ibu Maryani, selaku Community Empowerment Section Head BINUS University, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berkolaborasi antara dosen dan mahasiswa untuk mentransfer keilmuan yang dimiliki agar bermanfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan taraf ekonomi mereka,” ujar Maryani dalam sesi wawancara di Jurnal Binusian
Sumber : empowerment.binus.ac.id
Menggali Potensi Lokal: Dari Sukun hingga Dimsum
Pulau Pramuka dipilih karena letaknya yang strategis namun memiliki tantangan aksesibilitas. BINUS melihat banyak potensi lokal yang belum tergali maksimal. Salah satu contohnya adalah pengolahan buah sukun. Jika sebelumnya sukun hanya dikonsumsi secara sederhana, melalui pendampingan ini, masyarakat diajarkan membuat varian produk baru seperti dimsum sukun dan keripik sukun yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Sumber : empowerment.binus.ac.id
Selain produk makanan, sektor pariwisata juga menjadi fokus utama. BINUS memberikan pelatihan standarisasi homestay agar memenuhi kriteria kebersihan dan kenyamanan (CHSE), sehingga wisatawan merasa lebih betah dan aman saat berkunjung.
Transformasi Digital dan Peran ‘Local Champion’
Di era digital, BINUS menekankan pentingnya branding online. Melalui kolaborasi dengan berbagai program studi seperti DKV, Desain Interior, hingga Sistem Informasi, masyarakat dibekali kemampuan:
- Pembuatan Konten Kreatif: Menggunakan aplikasi seperti Canva untuk promosi.
- Manajemen Media Sosial: Memanfaatkan Instagram dan TikTok untuk menjangkau pasar yang lebih luas .
- Pemanfaatan Website: BINUS membangun platform website sebagai wadah katalog produk lokal agar dapat dikenal hingga ke luar pulau .
Fokus utama dari pelatihan ini adalah generasi muda atau Karang Taruna sebagai local champion. Mereka dipersiapkan untuk menjadi penggerak utama yang memastikan keberlanjutan program meskipun nantinya pendampingan fisik dari universitas telah usai .
Uji Pasar melalui Festival
Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari teori, tetapi melalui praktik langsung. Masyarakat diberikan ruang untuk memasarkan produk mereka melalui festival lokal. Di sana, para dosen memberikan penilaian langsung terhadap kualitas produk dan kemasan sebelum dinyatakan layak untuk dipasarkan secara luas.
Sumber : empowerment.binus.ac.id
“Tujuan akhir kami adalah menjadikan Pulau Pramuka sebagai desa binaan mandiri. Ketika masyarakat sudah percaya diri dengan produknya dan paham cara memasarkannya, ekonomi keluarga akan meningkat secara berkelanjutan,” pungkas Maryani.
Melalui inisiatif ini, BINUS University berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan bagi masyarakat pesisir.



