{"id":80,"date":"2014-09-20T14:14:55","date_gmt":"2014-09-20T07:14:55","guid":{"rendered":"http:\/\/www.binus.edu\/binusiancommunity\/?p=80"},"modified":"2016-04-15T14:23:28","modified_gmt":"2016-04-15T07:23:28","slug":"nikmati-kopi-lokal-dengan-rasa-international","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.binus.edu\/binusiancommunity\/2014\/09\/nikmati-kopi-lokal-dengan-rasa-international\/","title":{"rendered":"NIKMATI KOPI LOKAL DENGAN RASA INTERNATIONAL"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><em>BUY 1 GET 1<\/em> setiap pembelian minuman dengan BINUSIAN <em>Card Flazz<\/em> di Bengawan Solo<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Deadline<\/em> tugas numpuk, bosen kerjain di kosan? Kamu bisa gunakan <em>public area<\/em> untuk mengubah suasana baru dan menciptakan <em>mood<\/em> yang bagus untuk BINUSIAN. Bengawan Solo yang bermula dari sebuah<em>counter take away<\/em>, menyajikan minuman <em>Espresso Based, Ice Blended, <\/em>dan<em> Non Coffee <\/em>dengan bahan dasar lokal rasa international.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ingin memperkenalkan Indonesia kepada wisatawan asing dan mempunyai nama <em>brand<\/em> yang mewakili Indonesia, inilah yang membentuk nama Bengawa Solo Coffee pada 2003 lalu. Bengawan Solo adalah<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sungai\">sungai<\/a> terpanjang di <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pulau_Jawa\">Pulau Jawa<\/a> dengan dua hulu sungai yaitu dari daerah <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/w\/index.php?title=Pegunungan_Kidul&amp;action=edit&amp;redlink=1\">Pegunungan Kidul<\/a>, <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Wonogiri\">Wonogiri<\/a> dan<a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ponorogo\">Ponorogo<\/a>, selanjutnya bermuara di daerah <a href=\"http:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gresik\">Gresik<\/a>. Seiring dengan berjalannya waktu, permintaan pasarpun meningkat yang menyebabkan Bengawan Solo melakukan pengembangan di kota-kota besar Indonesia dan mengubah konsep <em>counter take away<\/em> menjadi mini caf\u00e9 yang menyediakan tempat singkah bagi para pengunjung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak semua caf\u00e9 yang menjual kopi, menggunakan bii kopi yang di produk di Indonesia, apalagi dengan kualitas kopi Arabica and Robusta coffee beans yang baik. Bengawan Solo mengambil biji kopi mentah dari petani Indonesia dan mengolahnya sendiri sehingga bisa membuat kamu jatuh cinta dengan kopinya. Tidak hanya kopi, Bengawan Solo juga memiliki menu unggulan lainnya seperti <em>Brandy Cookies<\/em>, <em>Kyoto Green Tea<\/em>, dan beberapa jenis <em>tea<\/em> seperti <em>Assorted Tea Line<\/em> dan <em>Hot Ginger Tea<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sesuai dengan konsep mewakili Indonesia, Bengawan Solo juga memberikan ukuran gelasnya dengan menggunakan bahasa Jawa. Untuk ukuran yang kecil diberi nama alit, untuk ukuran yang sedang diberi nama sedeng dan untuk ukuran yang besar diberi nama ageng.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak hanya minuman, Bengawan Solo juga menyajikan <em>snack<\/em> dan <em>finger food<\/em> seperti Java Ramen, Singkong Goreng, Chicken Burger dan beberapa menu lainnya. Bengawan Solo yang berlokasi di mal dan<em>public area<\/em> kini sudah menjangkau wilayah Jakarta, Jogja, Bandung, Medan, and Surabaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jangan kuatir BINUSIAN, kisaran harga dari Bengawan Solo ini sesuai dengan kantong mahasiswa sekitar 20.000 \u2013 50.000 (tergantung ukuran). Dengan menggunakan BINUSIAN <em>Card Flazz<\/em>, setiap tanggal 18, kamu bisa mendapatkan promo buy 1 get 1. Selamat menikmati BINUSIAN. (AL)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BUY 1 GET 1 setiap pembelian minuman dengan BINUSIAN Card Flazz di Bengawan Solo Deadline tugas numpuk, bosen kerjain di kosan? Kamu bisa gunakan public area untuk mengubah suasana baru dan menciptakan mood yang bagus untuk BINUSIAN. Bengawan Solo yang bermula dari sebuahcounter take away, menyajikan minuman Espresso Based, Ice Blended, dan Non Coffee dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-80","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.binus.edu\/binusiancommunity\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.binus.edu\/binusiancommunity\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.binus.edu\/binusiancommunity\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binus.edu\/binusiancommunity\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binus.edu\/binusiancommunity\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.binus.edu\/binusiancommunity\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":82,"href":"https:\/\/www.binus.edu\/binusiancommunity\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80\/revisions\/82"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.binus.edu\/binusiancommunity\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binus.edu\/binusiancommunity\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.binus.edu\/binusiancommunity\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}