Mengawali Tahun 2026, BINUS University Perkuat Kapasitas Akademik melalui Penerimaan SK Guru Besar

Jakarta, 10 Februari 2026 — Menyambut perjalanan menuju 45 tahun BINUS Berkarya, BINUS University terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas dan kapasitas sumber daya akademik sebagai fondasi utama pendidikan tinggi yang relevan, berdampak, dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui diterimanya Surat Keputusan (SK) Guru Besar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui LLDIKTI Wilayah III pada awal tahun 2026.
Penetapan Guru Besar ini menjadi bagian dari langkah strategis BINUS University dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pengembangan pendidikan, riset yang berdampak, serta pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Guru Besar diharapkan mampu memperkuat peran akademisi sebagai penggerak pengembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, industri, serta tantangan global yang terus berkembang.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa penetapan Guru Besar merupakan bagian penting dari upaya berkelanjutan BINUS University dalam mewujudkan visinya sebagai institusi pendidikan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Menuju 45 Tahun BINUS Berkarya, penguatan kapasitas akademik menjadi salah satu fokus utama kami. Guru besar memiliki peran strategis dalam mengembangkan keilmuan, memperkuat riset yang berdampak, serta meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Melalui peran tersebut, BINUS University akan terus berkomitmen membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan visi institusi,” ujar Nelly.
Adapun dosen BINUS University yang menerima Surat Keputusan Guru Besar pada awal tahun 2026 adalah:
- Retno Dewanti, S.Si., M.M., Ph.D – Digital Marketing
Sebagai Perguruan Tinggi Indonesia Berkelas Dunia, BINUS University secara konsisten mengembangkan kapasitas akademik dan kelembagaan guna memastikan bahwa proses pendidikan, riset, dan inovasi yang dijalankan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan bangsa dan komunitas global.