Global Employability in Action: Cara BINUS Mempersiapkan Binusian Bersinar di Dunia Kerja

Mencari pekerjaan di era modern bukan lagi sekadar mengirimkan tumpukan lamaran dan menunggu jawaban. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan proses rekrutmen yang semakin terdigitalisasi, mahasiswa dan alumni sering dihadapkan pada pertanyaan mendasar: Apakah saya sudah cukup siap? Apakah profil saya cukup menonjol?

Kecemasan ini wajar. Namun tanpa pembekalan yang tepat, rasa ragu tersebut dapat menjadi penghambat langkah menuju dunia profesional.

Sebagai institusi yang memiliki komitmen kuat pada Global Employability & Entrepreneurship (GEE), BINUS University memandang kesiapan karier sebagai proses yang harus dibangun secara sistematis dan berkelanjutan. Tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi juga mencakup pembentukan identitas profesional, kesiapan mental, dan kemampuan membangun jejaring global.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Career Glow Up: Glam Your Future pada 24–25 Februari 2026 di BINUS @Alam Sutera — sebuah inisiatif strategis yang dirancang sebagai bagian dari ekosistem pembekalan karier Binusian.

Komitmen Mendampingi Hingga Siap Berkarier

Acara ini dibuka oleh Irma Irawati Ibrahim, S.S., M.Kom., selaku Deputy Campus Director – Operations & Student Development. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa peran BINUS tidak berhenti pada proses pembelajaran di kelas.

“Momentum ini menjadi titik awal. Kami ingin kegiatan ini memberikan peluang praktik langsung dan penguatan kesiapan diri. Sebagai komitmen BINUS dalam membangun talenta unggul, kami terus men-support perjalanan karier kalian. Kami juga berharap alumni yang sudah sukses dapat kembali dan berkontribusi untuk menyukseskan Binusian lainnya,” ujar Ibu Irma.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa BINUS memposisikan diri bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai strategic career partner bagi mahasiswa dan alumni.

Pembekalan Praktis Berbasis Kebutuhan Industri

Selama dua hari, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung melalui berbagai fasilitas dan aktivitas, seperti Professional Personal Branding Photo Area, CV Makeover Clinic, Interview Simulation, serta LinkedIn Profile Challenge.

Setiap sesi dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata dunia kerja, sekaligus memperkuat daya saing global Binusian.

Mengoptimalkan Personal Branding di Era Digital

Pada sesi pertama, Angga Jati Pikatan selaku Talent Acquisition BINA NUSANTARA bersama Juliane Benedict, Senior Account Director LinkedIn, membedah pentingnya LinkedIn sebagai platform strategis dalam membangun visibilitas profesional.

Juliane menekankan bahwa peluang kerja saat ini tidak hanya ditentukan oleh “siapa yang kita kenal”, tetapi juga “siapa yang mengenal kita”.

“Kita bicara bukan tentang who you know, tapi who knows you. Kalau orang tidak mengenal kalian, kalian tidak akan mendapatkan opportunity yang kalian layak dapatkan.”

Ia juga memaparkan bahwa secara global, delapan orang berhasil dipekerjakan setiap menit melalui LinkedIn — menunjukkan bahwa personal branding digital kini menjadi bagian penting dari strategi karier modern.

Dari Cemas Menjadi Siap

Sesi kedua dibawakan oleh Prof. Dr. Anita Maharani, S.E., M.M., CPAS, yang menyoroti pentingnya resiliensi dalam menghadapi proses wawancara kerja.

Menurut beliau, kecemasan bukanlah kelemahan, melainkan tanda bahwa seseorang memiliki target dan ambisi.

“Bersyukurlah pada kecemasan itu, karena itu tandanya kalian punya tujuan.”

Prof. Anita juga mengingatkan bahwa meskipun generasi saat ini sangat kuat secara visual dan kreatif, kemampuan komunikasi verbal tetap menjadi faktor penentu dalam proses seleksi.

CV Berbasis Dampak, Bukan Sekadar Aktivitas

Memasuki hari kedua, Anisha Arwan, M.Psi., Psikolog, menekankan bahwa CV yang efektif bukanlah CV yang penuh ornamen, melainkan yang mampu menunjukkan dampak nyata.

“Jangan hanya menulis ‘pernah magang’. Ceritakan perannya secara spesifik dan apa kontribusi yang dihasilkan.”

Pendekatan ini mengajarkan peserta untuk menyusun narasi profesional yang relevan dan selaras dengan kebutuhan industri.

Membangun Identitas Profesional yang Konsisten

Sebagai penutup, Prof. Amalia E. Maulana, Ph.D., membahas pentingnya membangun professional identity. Penampilan memang dapat menjadi pembuka pintu, namun kualitas komunikasi dan konsistensi positioning adalah kunci keberhasilan jangka panjang.

“Kalau penampilannya keren tapi saat berbicara tidak meyakinkan, orang akan kehilangan minat.”

Beliau mengajak peserta untuk mulai membangun brand positioning statement yang autentik dan konsisten, sehingga pengakuan terhadap keahlian mereka terbentuk secara natural.

Ekosistem Global Employability yang Berkelanjutan

Melalui Career Glow Up, GEE BINUS memperkuat perannya sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan industri. Namun lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari ekosistem global employability yang terintegrasi — selaras dengan kurikulum, enrichment program, serta jejaring industri yang terus diperluas.

Pendekatan ini menegaskan bahwa BINUS tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk lulus, tetapi membekali mereka untuk bertumbuh dan relevan dalam jangka panjang.

Sebagai institusi yang mengusung visi Fostering and Empowering Society, BINUS University berkomitmen memastikan setiap Binusian tidak hanya siap mendapatkan pekerjaan, tetapi siap menjadi talenta yang dicari dunia, adaptif, berdaya saing global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.