Perkuat Ekonomi Desa, BINUS Dorong Transformasi Koperasi dan UMKM Berbasis Digital
Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, BINUS University menegaskan peran pendidikan sebagai solusi nyata bagi masyarakat melalui penguatan koperasi desa dan UMKM. Di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas, koperasi desa dan UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi lokal. Namun di lapangan, berbagai tantangan masih dihadapi, mulai dari tata kelola kelembagaan yang belum optimal, pengembangan model bisnis yang terbatas, hingga pemanfaatan teknologi digital yang belum maksimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci agar koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan dan berdaya saing.
Sejalan dengan semangat tersebut, BINUS University menyelenggarakan Workshop Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Bisnis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diselenggarakan di BINUS @Bekasi dan diikuti oleh lebih dari 50 pengelola koperasi dan pelaku UMKM dari berbagai wilayah. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran praktis bagi para peserta untuk memperkuat kapasitas dalam aspek tata kelola kelembagaan, pengembangan model bisnis, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung operasional koperasi.
Melalui workshop ini, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih aplikatif mengenai bagaimana koperasi dapat beradaptasi dengan perubahan zaman. Mulai dari pengelolaan bisnis yang lebih terstruktur, strategi pengembangan usaha berbasis komunitas, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. Pendekatan ini mencerminkan peran pendidikan sebagai enabler, yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Selain workshop, penguatan kapasitas koperasi juga didukung melalui program hibah pengabdian masyarakat BINUS University tahun 2026. Melalui program ini, para pengelola koperasi tidak hanya mendapatkan akses terhadap peluang pendanaan, tetapi juga pendampingan dalam menyusun proposal yang sistematis dan kompetitif.
“Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa pendidikan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar hadir dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap koperasi desa dan UMKM dapat semakin berkembang, mandiri, dan mampu bersaing di tengah perubahan zaman,” ujar Wakil Rektor Bidang Riset dan Transfer Teknologi Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si.
Pendampingan ini menjadi penting untuk memastikan bahwa setiap inisiatif yang dirancang dapat berjalan secara terukur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hingga tahun 2026, program pengabdian masyarakat BINUS University ditargetkan dapat menjangkau lebih dari 150 koperasi dan UMKM melalui berbagai skema kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen BINUS University dalam mewujudkan visinya sebagai “A World-class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation.” Melalui pendekatan yang mengedepankan kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, BINUS berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya relevan, tetapi juga berdampak luas.
Melalui workshop dan program pendampingan ini, BINUS University mendorong koperasi desa untuk berkembang menjadi entitas yang lebih mandiri, adaptif, dan berdaya saing. Lebih dari itu, inisiatif ini menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat, sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan masa depan.