Rektor BINUS University Dorong Kolaborasi Manusia dan AI untuk Mempersiapkan Talenta Masa Depan di Era Agentic AI

Jakarta, 23 September 2026 — BINUS University melalui BINUS HR Tech Summit 2026 mengajak para pemimpin industri, praktisi Human Resources (HR), technology experts, akademisi, dan pemerintah untuk bersama-sama membahas masa depan dunia kerja di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat.
Diselenggarakan pada 23 September 2026 di [venue], BINUS HR Tech Summit 2026 mengangkat tema “HR Tech Beyond Automation: The Rise of Agentic AI” sebagai ruang kolaborasi untuk memahami bagaimana teknologi tidak hanya mengubah cara organisasi bekerja, tetapi juga bagaimana manusia memimpin, berinovasi, dan mengembangkan talenta di masa depan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari perjalanan 45 tahun BINA NUSANTARA dalam menghadirkan kontribusi melalui pendidikan, inovasi, dan kolaborasi untuk Indonesia. Melalui forum ini, BINUS University terus memperkuat komitmennya dalam fostering and empowering the society in building and serving the nation dengan mempertemukan dunia pendidikan dan industri dalam menghadapi perubahan global.
Dalam sambutannya, Rektor BINUS University menyampaikan bahwa perkembangan AI membawa perubahan yang fundamental terhadap dunia kerja. Teknologi tidak hanya menjadi tools untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendorong perubahan terhadap cara manusia bekerja, memimpin, dan mengembangkan organisasi.

“Tema kita tahun ini, HR Tech Beyond Automation: The Rise of Agentic AI, mengajak kita melihat perkembangan teknologi bukan hanya sebagai perubahan pada tools yang kita gunakan, tetapi sebagai perubahan yang lebih fundamental terhadap the way we work, the way we lead, and the way we develop people.”
Menurutnya, memasuki era Agentic AI, organisasi perlu memahami bahwa masa depan bukan hanya mengenai kemampuan teknologi, tetapi juga mengenai bagaimana manusia mampu berkembang bersama teknologi.
Berdasarkan laporan World Economic Forum, berbagai kemampuan seperti analytical thinking, creative thinking, resilience, leadership, serta curiosity and lifelong learning akan semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan terhadap AI, big data, dan technological literacy.
Hal tersebut menunjukkan bahwa talenta masa depan tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan kemampuan untuk berpikir kritis, beradaptasi, berkolaborasi, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

“Future-ready talent bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi. Future-ready talent adalah mereka yang mampu berpikir kritis ketika menggunakan AI, berkreasi bersama teknologi, mengambil keputusan dengan tanggung jawab, dan terus belajar ketika dunia di sekitarnya berubah.”
Melalui BINUS HR Tech Summit 2026, BINUS University membuka ruang bagi berbagai pihak untuk bertukar wawasan, membangun jejaring, serta menemukan peluang kolaborasi baru dalam menghadapi transformasi dunia kerja.
Lebih lanjut, Rektor BINUS University menegaskan bahwa masa depan bukanlah tentang persaingan antara manusia dan AI, melainkan bagaimana manusia dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan dampak yang lebih besar.
“Masa depan bukan tentang human versus AI. Masa depan adalah tentang what humans can achieve with AI dan bagaimana kita memastikan bahwa kemajuan teknologi selalu diarahkan untuk menciptakan kehidupan, pekerjaan, dan masyarakat yang lebih baik.”
Dengan menghadirkan perspektif dari akademisi, industri, pemerintah, dan technology leaders, BINUS HR Tech Summit 2026 diharapkan menjadi langkah kolaboratif dalam membangun masa depan dunia kerja yang lebih smarter, more innovative, and above all, more human.