Di Era AI, Siapa Penjaga Integritas Audit? Ini Jawaban Prof. Rindang Widuri dalam Pengukuhan Guru Besar BINUS University

Di tengah masifnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses keuangan dan audit, satu tantangan utama justru semakin mengemuka: bagaimana menjaga integritas dan kepercayaan di tengah dominasi teknologi. Menjawab tantangan tersebut, BINUS University kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan keilmuan melalui pengukuhan Guru Besar.

BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri, S.Kom., S.Akun., MM., Ph.D. sebagai Guru Besar Tetap di bidang Teknologi Audit Keuangan, yang berfokus pada transformasi praktik audit di era digital.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Audit 5.0: The Symphony Between Data and Conscience”, Prof. Rindang menyoroti bahwa pesatnya adopsi teknologi analitik dan AI telah mengubah cara audit dilakukan secara fundamental—dari proses berbasis sampling menjadi analisis data secara menyeluruh dan real-time

Ia menegaskan bahwa di tengah kemampuan algoritma dalam membaca data dan mendeteksi anomali secara cepat, peran auditor tetap tidak tergantikan. Teknologi berfungsi sebagai enabler, namun keputusan tetap bergantung pada pertimbangan etis dan profesional manusia. 

Melalui konsep Audit 5.0, Prof. Rindang memperkenalkan pendekatan yang menempatkan kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan sebagai fondasi utama dalam menjaga akuntabilitas keuangan. Dalam model ini, AI menghadirkan kecepatan dan ketepatan analisis, sementara manusia memastikan makna, integritas, dan kepercayaan tetap terjaga. 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa di era digital, kepercayaan menjadi aset yang semakin krusial sekaligus rentan. Oleh karena itu, penguatan prinsip ethical and explainable AI, serta keterlibatan manusia dalam setiap proses pengambilan keputusan, menjadi kunci dalam membangun sistem audit yang tidak hanya canggih, tetapi juga dapat dipercaya.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Prof. Rindang juga menyoroti pentingnya transformasi kompetensi auditor di masa depan. Auditor tidak hanya dituntut memahami standar audit, tetapi juga memiliki literasi data, pemahaman terhadap algoritma, serta kesadaran terhadap risiko dan etika dalam penggunaan teknologi.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari komitmen BINUS University dalam menghadirkan ekosistem akademik yang unggul dan berdampak. “Pengukuhan Guru Besar bukan hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong lahirnya pemikiran strategis yang mampu menjawab tantangan global. Kami percaya kontribusi Prof. Rindang akan semakin memperkuat peran BINUS University dalam menghasilkan riset yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.”

Pengukuhan ini menjadi bagian dari perjalanan BINUS University dalam 45 tahun kontribusinya di dunia pendidikan, melalui komitmen menghadirkan inovasi pembelajaran, memperluas kolaborasi global, serta membangun ekosistem yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui penguatan peran Guru Besar, BINUS University terus mendorong lahirnya talenta unggul yang mampu menerjemahkan kompleksitas teknologi menjadi keputusan strategis yang berlandaskan integritas dan memberikan dampak bagi masyarakat.