BINUS UNIVERSITY Raih Juara Pertama Mandaya Award 2026

Pemberdayaan masyarakat membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan komitmen yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata. Upaya membangun masyarakat yang lebih berdaya juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yang memiliki peran dalam mengembangkan pengetahuan dan mendampingi masyarakat.

Komitmen dalam memberdayakan masyarakat membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan program yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Upaya tersebut mendapat apresiasi melalui Mandaya Awards 2026, ajang penghargaan tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (Kemenko PM). Penghargaan ini ditujukan kepada berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, yang berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, serta penguatan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam ajang tersebut, BINUS University meraih Juara 1 Kategori Perguruan Tinggi Swasta Penggerak Inovasi dan Pemberdayaan. Pencapaian ini menjadi pengakuan atas kontribusi BINUS University dalam menjalankan berbagai upaya pemberdayaan melalui kolaborasi, inovasi, serta keterlibatan sivitas akademika dan mitra masyarakat.

Dalam momen Mandaya Awards 2026, Prof. Juneman bergambar bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat, Dr. (HC). Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan. 

Penghargaan ini diterima oleh BINUS University oleh Prof. Dr. Juneman Abraham selaku Wakil Rektor bidang Penelitian dan Alih Teknologi, mewakili Rektor BINUS University, Dr. Nelly. Dalam sambutannya, Prof. Juneman menyampaikan,

Penghargaan ini merupakan cerminan kerja sama seluruh sivitas akademika BINUS University, para mitra lapangan, dan masyarakat yang telah membuka pintu ruang hidup mereka untuk bertumbuh bersama kami.

Selama ini, kita sering memandang Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sebatas pemenuhan kewajiban administratif tridarma, atau aksi sosial karitatif yang selesai begitu program ditutup. Padahal, persoalan sosial menuntut daya tahan dan akurasi yang lebih dari sekadar niat baik. Karena keyakinan itulah, kami mendorong hadirnya apa yang kami sebut sebagai “PkM Bermetodologi”.

PkM bermetodologi menempatkan pengabdian pada derajat keilmuan yang setara dengan riset dasar dan terapan. Setiap intervensi sosial harus dirancang berdasarkan asesmen kebutuhan berbasis data, dilandasi landasan teoretis yang kokoh, dijalankan dengan protokol tindakan yang terukur, dan diuji efektivitas dampaknya secara berkala. Niat baik adalah pemantik, namun metodologi yang presisi adalah penjamin bahwa intervensi tersebut benar-benar memecahkan akar persoalan, bukan sekadar meredakan gejala di permukaan.

Prinsip metodologis ini menemukan wujud nyatanya saat kami menerapkannya untuk menyinergikan Wilayah Binaan BINUS University. Kami menyadari bahwa tantangan di kantong-kantong binaan—mulai dari literasi digital, kesehatan mental komunitas, resiliensi keluarga, hingga penguatan ekonomi kreatif UMKM—sangat kompleks dan saling bertaut. Tidak ada satu disiplin ilmu pun yang sanggup menyelesaikannya sendirian.

Melalui orkestrasi PkM yang terstruktur, kami menghubungkan kepakaran lintas bidang di BINUS University untuk hadir secara padu di wilayah binaan. Kami memperlakukan masyarakat bukan sebagai objek eksperimen, melainkan mitra ko-kreasi yang memiliki kearifan lokal. Ketika sains berpadu dengan keterlibatan warga yang setara, wilayah binaan tidak lagi menjadi kawasan yang terus-menerus bergantung pada bantuan, melainkan bertransformasi menjadi ekosistem yang mandiri, berdaya saing, dan berkesinambungan.

Mandaya Awards 2026 ini kita persembahkan untuk seluruh dosen, peneliti, mahasiswa, serta para penggerak komunitas di wilayah binaan yang terus berikhtiar merajut dampak nyata, sesuai visi-misi BINUS 2035, fostering and empoweing the society in building and serving the nation. Penghargaan ini menjadi bahan bakar baru bagi kami untuk terus memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di menara gading atau jurnal bereputasi, melainkan hadir menjejak bumi, berbuah solusi, dan memuliakan harkat sesama manusia.

Terima kasih kepada Kemenko Pemberdayaan Masyarakat sebagai penyelenggara Mandaya Awards atas apresiasi yang luar biasa ini. Mari kita terus bergerak bersama, menghadirkan karya yang bermakna bagi kemanusiaan dan kemajuan bangsa.

Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa upaya pemberdayaan membutuhkan kerja bersama yang konsisten. Keterlibatan dosen, mahasiswa, dan mitra masyarakat menjadi bagian penting dalam menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan di lapangan, sehingga berbagai inisiatif dapat terus dikembangkan sesuai dengan konteks dan potensi masyarakat.

Prof. Retno Dewanti – Manager Community Empowerment RTT bersama Dr. Maryani – Empowering Section Head dan Dirgansyah Ismail – Fostering Officer mengusung piala dan piagam dari Kemenko Pemberdayaan Masyarakat RI.

Selamat kepada seluruh sivitas akademika BINUS University dan mitra masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Semoga pencapaian Mandaya Award 2026 semakin menguatkan semangat untuk terus menghadirkan kontribusi yang bermakna dan berkelanjutan bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Fostering and Empowering Society.

“Higher education must move beyond chasing self-referential metrics. Research achieves its highest dignity when empirical science directly answers grassroots challenges. BINUS takes a strategic step forward by anchoring community empowerment in rigorous, methodological engagement—moving far beyond charity toward high-sustainability impact across our fostered communities.

Receiving the national Mandaya Award from the Coordinating Ministry for Community Empowerment reminds us that the ultimate benchmark of a university’s excellence is its capacity to foster resilience, human dignity, and shared prosperity.”– Prof. Dr. Juneman Abraham, Vice Rector for Research and Technology Transfer, BINUS University